Mungkin ada yang bertanya, kenapa blog ini saya namai "Jadi Matahari"?
Anak saya dinamai Arka, dari bahasa sansekerta, artinya matahari. Do'anya, semoga Arka bisa berguna untuk yang lain kelak. Untuk ayah ibunya, keluarganya, orang terdekatnya, lingkungannya, bangsa dan negaranya.
Sudah banyak orang yang mengagumi ciptaan Allah yang satu
ini, termasuk saya. Sudah banyak yang menyadari betapa mulianya matahari. Menurut saya, matahari adalah bentuk pengabdian tiada batas.
Kenapa?
Matahari, adalah simbol kesetiaan. Dia menyinari
bumi sudah sejak bertriliyun tahun yang lalu, dan sampai sekarang dia
tidak pernah menghentikan sinarnya, terus dan terus memberikan
kehidupan, walaupun makhluk bumi terkadang menyalahkan matahari yang
terus bersinar dengan terang.
Matahari, adalah simbol cinta. Tahu gak, matahari
selalu menjaga kita, makhluk bumi, dari jauh. Karena kalau dia terlalu
dekat, mungkin dia akan membakar kita, membuat kita tak nyaman, tapi
jika dia terlalu jauh, kita juga akan kedinginan. Maka, matahari cukup
menjaga kita dari jauh, mendekat apabila dibutuhkan, dan menjauh apabila
kita merasa terlalu panas. Simple…karena bagi matahari, cinta bukan
hanya soal dekat dan mendekati, tapi juga menjauh, menjaga dari jauh.
Matahari, adalah simbol kekuatan. Amanah dariNya
hanya satu, meyinari tata surya sampai tiba batas waktu yang telah
ditentukan. Maka amanah yang hanya satu dia jalankan, terbit dari timur
dan tenggelam dari barat. Pernahkah dia berhenti dari amanahnya?
Tiba-tiba dunia merasa gelap gulita karena dia lelah bersinar?
Dia, matahari, sumber inspirasiku, bagaimana kita yang juga mempunyai
amanah di dunia ini hanya satu, beribadah kepadaNya.
Matahari, adalah simbol keikhlasan. Sadarkah, jika
selama ini kita banyak sekali mengeluh dan mengejek matahari. Bilang
kalau sinarnya terlalu panas lah, berharap dia pergi selama beberapa
waktu karena merindukan hujan lah, apapun itu, khas anak manusia yang
tak pernah puas dan bersyukur. Matahari, dengan gagahnya tetap begitu
adanya, ikhlas menerangi walau kadang tidak diharapkan.
Matahari, adalah awal. Ya…awal dari semangat yang
baru, kehidupan yang berkah, dan hari yang indah. Setiap bangun pagi,
mendengar kicau burung dan kokok ayam, sinar matahari yang menerobos
masuk lewat jendela kamar tidur, itu membuat suasana hati lebih gempita.
Padahal, tidak akan ada rencana spesial di hari itu, hanya memulai pagi
yang sederhana dengan ucapan yang sederhana, “Alhamdulillah”. Tapi
melihat sinarnya yang anggun masuk ke kamar, bagi saya itu adalah sebuah
awal, awal yang baik untuk memulai hari yang baik, menciptakan
kebahagiaan saya sendiri di hari itu.
Akhirnya saya katakan, jadilah kita seperti matahari, yang
melakukan segalanya dengan cinta, untuk orang yang kita cintai dan
terutama untuk Dia yang kita cintai.
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)
Sekarang sudah faham kan?? :)
sumber tambahan : http://alamrimbaarea.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar