Minggu, 10 Agustus 2014

Jadi Matahari


Mungkin ada yang bertanya, kenapa blog ini saya namai "Jadi Matahari"?

Anak saya dinamai Arka, dari bahasa sansekerta, artinya matahari. Do'anya, semoga Arka bisa berguna untuk yang lain kelak. Untuk ayah ibunya, keluarganya, orang terdekatnya, lingkungannya, bangsa dan negaranya.

Sudah banyak orang yang mengagumi ciptaan Allah yang satu ini, termasuk saya. Sudah banyak yang menyadari betapa mulianya matahari. Menurut saya, matahari adalah bentuk pengabdian tiada batas.
Kenapa?

Matahari, adalah simbol kesetiaan. Dia menyinari bumi sudah sejak bertriliyun tahun yang lalu, dan sampai sekarang dia tidak pernah menghentikan sinarnya, terus dan terus memberikan kehidupan, walaupun makhluk bumi terkadang menyalahkan matahari yang terus bersinar dengan terang.

Matahari, adalah simbol cinta. Tahu gak, matahari selalu menjaga kita, makhluk bumi, dari jauh. Karena kalau dia terlalu dekat, mungkin dia akan membakar kita, membuat kita tak nyaman, tapi jika dia terlalu jauh, kita juga akan kedinginan. Maka, matahari cukup menjaga kita dari jauh, mendekat apabila dibutuhkan, dan menjauh apabila kita merasa terlalu panas. Simple…karena bagi matahari, cinta bukan hanya soal dekat dan mendekati, tapi juga menjauh, menjaga dari jauh.

Matahari, adalah simbol kekuatan. Amanah dariNya hanya satu, meyinari tata surya sampai tiba batas waktu yang telah ditentukan. Maka amanah yang hanya satu dia jalankan, terbit dari timur dan tenggelam dari barat. Pernahkah dia berhenti dari amanahnya? Tiba-tiba dunia merasa gelap gulita karena dia lelah bersinar? Dia, matahari, sumber inspirasiku, bagaimana kita yang juga mempunyai amanah di dunia ini hanya satu, beribadah kepadaNya.

Matahari, adalah simbol keikhlasan. Sadarkah, jika selama ini kita banyak sekali mengeluh dan mengejek matahari. Bilang kalau sinarnya terlalu panas lah, berharap dia pergi selama beberapa waktu karena merindukan hujan lah, apapun itu, khas anak manusia yang tak pernah puas dan bersyukur. Matahari, dengan gagahnya tetap begitu adanya, ikhlas menerangi walau kadang tidak diharapkan.

Matahari, adalah awal. Ya…awal dari semangat yang baru, kehidupan yang berkah, dan hari yang indah. Setiap bangun pagi, mendengar kicau burung dan kokok ayam, sinar matahari yang menerobos masuk lewat jendela kamar tidur, itu membuat suasana hati lebih gempita. Padahal, tidak akan ada rencana spesial di hari itu, hanya memulai pagi yang sederhana dengan ucapan yang sederhana, “Alhamdulillah”. Tapi melihat sinarnya yang anggun masuk ke kamar, bagi saya itu adalah sebuah awal, awal yang baik untuk memulai hari yang baik, menciptakan kebahagiaan saya sendiri di hari itu.

Akhirnya saya katakan, jadilah kita seperti matahari, yang melakukan segalanya dengan cinta, untuk orang yang kita cintai dan terutama untuk Dia yang kita cintai.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

Sekarang sudah faham kan?? :)



sumber tambahan : http://alamrimbaarea.wordpress.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar