Suatu hari saya beli rubik. Saya suka rubik walaupun belum
pernah bisa untuk menyelesaikannya, paling banter hanya satu warna atau satu
sisi saja.
Anak saya, Arka, bertanya "Ayah, apa ini?"
"Rubik" jawabku. Lalu dia menanyakan bagaimana cara memainkannya,
saya pun menjelaskannya dan dia mengerti.
Lalu saya tantang dia untuk menyelesaikan satu sisi saja
dari rubik tersebut.
"Kalo kaka bisa beresin satu sisi saja, ayah mau kasih
kaka robot transformers keren" kataku, karena aku tahu Arka sangat suka
dengan robot transformers.
"Ok" kata Arka mengiyakan sambil mengutak-atik
rubiknya.
Sambil melihat, aku terus semangati Arka untuk bisa
menyelesaikan rubiknya.
"Ayo, ka, transformers menanti nih!!"
Satu menit berlalu, dua menit berlalu, raut muka Arka
terlihat kesal karena tak berhasil juga menyelesaikan rubiknya. Di sekitar
menit ke tiga, dia setengah melemparkan rubiknya ke pangkuan saya dan bilang
"Ayah, kalau ayah bisa beresin rubiknya, aku kasih jam tangan yang
baguuuus banget!"
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
I
know that was no easy, son, but if you choose to give up to fixing it, that's a
bad option.
I love you, son.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar