Rabu, 29 Oktober 2014

Teh kotak

Sore itu saya, istri dan anak saya Arka pulang ke Bekasi dari menjenguk bapak mertua yang sakit di Cileungsi. Kami menaiki motor matic. Jalanan lumayan padat karena mungkin itu adalah hari sabtu, banyak orang yang hendak pulang atau bersiap berangkat refreshing.

Setengah perjalanan terasa kering tenggorokan saya, mungkin karena sebelumnya di rumah mertua saya hanya minum sedikit. Akhirnya motor pun saya parkirkan ke sebuah warung waralaba untuk sekedar membeli minuman dingin. Dua teh kotak saya ambil untuk saya dan istri, Arka saat itu sedang asik menikmati susu botolnya. Aaah, segarnyaaaaa teh dingin tersebut membasahi tenggorokan saya. Selagi saya minum, ternyata Arka ingin minum juga, akhirnya setengah lagi saya berikan ke dia.

Ini bukan iklan :)

Karena ingin cepat sampai, saya bergegas lagi melanjutkan perjalanan menuju Bekasi, Arka dan ibunya dibelakang duduk sambil asik melanjutkan meminum teh botolnya.

“Abis, bu..” kata Arka selesai menyeruput teh terakhir. “Iya, pegang dulu ya, nanti kalau ada tempat sampah kita buang kotaknya”. Senang rasanya kata itu terucap dari mulut istri saya. 

FYI, dulu, ketika masih pacaran dan awal-awal kita menikah, istri saya masih suka buang sampah sembarangan, dia belum ngeh dan menganggap itu hal yang biasa. Perlahan saya kasih tahu. Saya paham, kita semua mungkin pernah buang sampah sembarangan, tapi perlahan kita harus ubah kebiasaan buruk itu, you know lah kenapa, begitu saya memberitahu.

Rupanya hal itu telah tertanam dihati istri saya. 

Setelah sekitar 2 km kami baru menemukan tempat sampah yang berada tepat di pinggir jalan. Saya pinggirkan motor, lalu istri saya membiarkan Arka melempar sampahnya sendiri ke tempat sampah tersebut. Karena lemparan Arka gak masuk, istri saya akhirnya turun dari motor dan memungut sampah tersebut untuk dimasukan ke tempatnya.

Senang rasanya saya bisa menularkan hal baik ke istri saya, lanjut ditularkan ke anak saya.
Kalau boleh mengutip kalimat AA Gym, memang merubah sesuatu itu harus dari yang terkecil, dari diri dan lingkungan sendiri dulu dan dari mulai sekarang.

Wanita seksi bagi saya tidak hanya dari penampilan, bisa juga dari cara berpikir dan perbuatan. Pengalaman diatas menunjukkan sisi lain dari keseksian istri saya. 

I love you, bu. I always love, you..
xoxo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar